18 Juli, 2014

Tasyakuran Kelulusan Mahasiswa Indonesia di Maroko Tahun Akademik 2013-2014


Rabat: (14/7/2014) Bertempat di ruang serbaguna Institut Nasional Pos dan Telekomunikasi, PPI Maroko dibawah koordinasi Departemen Hubungan Masyarakat (HUMAS), mengadakan tasyakuran kelulusan pelajar Indonesia di Maroko tahun akademik 2013-2014.

Hadir pada acara tersebut Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, Bapak H. Tosari Widjaja. Segenap home/lokal staff KBRI Rabat; perwakilan dari Yayasan Pendidikan Tradisional (Pesantren) Maroko, Sidi Ibn Thahir Mehdi. Perwakilan Persatuan Pelajar Malaysia dan Thailand Di Maroko; mahasiswa dan masyarakat Indonesia di maroko; dan beberapa perwakilan mahasiswa dari Yaman dan Maroko.

Acara sendiri dimulai sekitar pukul 18.30 GMT dan berakhir sekitar pukul 19.30, beberapa menit sebelum adzan Maghrib berkumandang.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, penyerahan piagam penghargaan, dan ditutup dengan do'a.

Saudara Rifqi Maula, Lc. selaku Ketua PPI Maroko periode 2013-2014 dalam sambutannya mengucapkan ribuan terimakasih atas kesediaan para tamu undangan  meluangkan waktu mereka guna menghadiri acara tasyakuran kelulusan pelajar Indonesia di Maroko, sekaligus permohonan maaf atas kekurangan yang terdapat pada penyelenggaraan tersebut.

Kemudian dalam sambutannya, saudara Alvian Ikbal Zahasfan, MA. selaku perwakilan wisudawan mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran diplomat KBRI Rabat atas segala dedikasi mereka dalam melayani, membimbing, dan mengarahkan tunas-tunas bangsa dalam menyelesaikan jenjang studi mereka di negeri Matahari terbenam itu.

Selain itu, beliau juga sangat berterima kasih kepada guru-guru, mahasiswa, dan masyarakat Maroko yang telah menyambut baik tamu-tamu mereka yang menuntut ilmu di negeri mereka. Terkhusus Raja Mohammed VI yang telah memberikan peluang kepada generasi-generasi masa depan Indoesia untuk menempuh studi di Negara yang ia pimpin, minimal 15 mahasiswa setiap tahunnya melalui agen kerjasama internasional.

Sedangkan Dubes RI untuk Maroko, Bapak Tosari Widjaja. Dalam sambutannya, mengungkapkan rasa syukur dan ucapan selamat atas kelulusan anak-anak beliau dalam menyelesaikan studi mereka. Beliau berharap semoga ilmu yang telah diraih oleh para wisudawan dapat memberi kontribusi bagi agama bangsa dan negara tercinta ketika kembali kepangkuan ibu pertiwi.

Lebih lanjut, Bapak Dubes juga memberikan nasihat kepada seluruh mahasiswa Indonesia yang saat ini masih berada di Maroko, bahwa jika seorang pelajar atau akademisi ingin dihargai dan dikenal oleh dunia, ia harus memiliki minimal dua keahlian, yaitu kemampuan untuk menulis (menyampaikan ide secara tulisan), dan kemampuan berbicara di depan umum (menyampaikan ide secara lisan). Oleh karena itu, beliau sangat menekankan kepada seluruh mahasiswa agar selalu berlatih dan mengasah dua skill tersebut dengan sebaik-baiknya.

Sambutan terakhir dari perwakilan yayasan pendidikan tradisional Maroko , sidi Ibn Thahir Mehdi menyampaikan bahwa Maroko melalui  lembaga-lambaga pendidikan tradisionalnya, dibawah Kementerian Agama, berperan penting menjaga tradisi keagamaan Maroko yang bermazhab Maliki dalam bidang fikih, Asy'ariah dalam bidang akidah, dan tasawuf sufi dalam bidang suluk. Oleh karena itu, mereka selalu memastikan bahwa lulusan - lulusan dari lembaga-lembaga tersebut memiliki bekal dasar tersebut.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan medali dan piagam penghargaan kepada para wisudawan-wisudawati.

Jumlah keseluruhan wisudawan yang mengikuti acara tersebut sebanyak 14 orang yang merupakan lulusan dari kampus-kampus ternama dari setiap kota yang ada di Maroko.

Sedangkan jumlah lulusan mahasiswa Indonesia di Maroko tahun ini sekitar 20 orang lebih, namun sebagian mereka berhalangan untuk menghadiri tasyakuran wisuda dikarenakan sebagian sudah kembali kepangkuan ibu pertiwi.

Sekitar bebepara menit sebelum adzan Maghrib acara ditutup dengan pembacaan do'a dan foto bersama.

Setelah itu, seluruh tamu undangan dihantar menuju tempat untuk ta'jil berbuka puasa, dan setelah shalat Maghrib berjma'ah acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta menyantap hidangan ala Indonesia.

===========
Dimuat juga:
http://bit.ly/1zRY3HM
http://bit.ly/1nUq6Bw (Laporan berita acara versi bahasa Arab pertama yang saya tulis)

17 Juli, 2014

Tasyakuran Kelulusan Mahasiswa Indonesia di Maroko Tahun Akademik 2013-2014

Waktu: Senin, 14 Juli 2014 M / 16 Ramadan 1435 H. (18.30 - 19.30 GMT)
Tempat: Ruang serbaguna Institut Nasional Pos dan Telekomunikasi, Rabat.
Fotografer: M. Jasmi Rafsanjani

Background - Kusnadi El-Gezwa

Ekspresi Euforia Para Wisudawan


Para Wisudawan bersama Dubes RI untuk Maroko, Bapak H. Tosari Widjaja, dan Ibu-ibu Konsuler  KBRI Rabat

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Para Wisudawan beserta Bapak Dubes

Para Wisudawan beserta Bapak Dubes dan Perwakilan Yayasan Pendidikan Tradisional Maroko, Sidi Ibn Thahir Mehdi

Para Wisudawan beserta Bapak Dubes dan jajaran Home/Lokal Staff KBRI Rabat 
Para Wisudawan beserta Ketua PPI dan Perwakilan Persatuan Pelajar Malaysia dan Thailand di Maroko

Para Wisudawan dan Rekan-Rekan Anggota PPI Maroko

21 Juni, 2014

Tentang Rindu dan Kehidupan

  • Bagaimanapun juga, berdamai itu selalu indah. Begitu juga tentang Cinta dan Rindu. Berdamai dengan keadaan, antara Cinta, Rindu, dan Waktu…
  • Merindumu dalam sunyi adalah penyakit kronisku, entah sampai kapan terobati...
  • Aku masih sendiri, sunyi dan sepi di pojok Rindu itu…
Kau dekat, tapi kau jauh…
kau jauh, tapi kau dekat…
jadi, kau masih antara jauh dan dekat...


  • Jangan terlalu tajam engkau menatap Dunia, kawan. Karena ia semu dan senda gurau belaka. Pertajamlah tatapan Akhiratmu, karena ia nyata dan pasti…
  • Hidupku tak seindah hidupmu yang penuh tawa, kawan. Hidupku penuh duka. Tapi, aku masih percaya ini hanya kehidupan dunia, tak ada yang sempurna...
  • Hidup adalah perjuangan, tak ada hidup tanpa perjuangan. Berjuang melawan nafsu, meraih kemenangan hakiki menuju Tuhan...
  • Terkadang kita disakiti oleh tindakan dan ucapan kita sendiri. Oleh karena itu, berpikirlah sebelum bertindak dan berucap…

  • Teruslah mengkaji dan mempelajari, agar engkau selalu merasa menjadi si bodoh yang tak pernah puas untuk belajar…
Menulislah agar engkau membaca
Membacalah agar engkau melihat
Melihatlah agar engkau memahami.
Atau,
Menulislah agar engkau dibaca
Membacalah agar engkau ditulis.
Mohammedia, 21  Juni 2014

14 Maret, 2014

Universitas Hassan II - Mohammedia

Universitas Hassan II (Tsani) Mohammedia – Casablanca (UN2MC)
UN2MC merupakan sebuah Universitas Negeri yang berdiri sekitar tahun 1984 M, pada masa Raja Hassan II. Universitas ini didirkan Sebagai reaksi banyaknya lulusan sekolah menengah yang ingin meneruskan pendidikan mereka ke perguruan tinggi.

Pada awal berdirinya, UN2MC hanya memilki 3 Fakultas, yaitu:
1. Fakultas Sastra dan Humaniora - Mohammedia
2. Fakultas Sains – Ben M'sik.
3. Fakultas Sastra dan Humaniora – Ben M'sik.

Kemudian pada tahun 1992, didirikan sebuah yayasan dengan nama yang sama, yakni Yayasan Universitas Hassan II (Tsani) Mohammedia – Casablanca.
Gedung Pimpinan UN2MC dan Fakultas Sastra & Humaniora
nampak dari seberang jalan raya

Untuk saat ini, UN2MC memiliki tiga buah kampus cabang yang terletak di dua kota, mohammedia dan Casablanca (Kampus Mohammedia, Ben M'sik, dan Ain Sebaa'). Setiap kampus cabang memiliki fakultas yang letaknya terpisah antara fakultas satu dengan fakultas yang lain, dan disetiap fakultas terdapat beberapa jurusan. 

Di kota mohammedia sendiri, terdapat beberapa fakultas penting, antara lain: 

1. Fakultas Sastra dan Humaniora (1984).
Dengan pilihan jurusan, Studi Islam, Sejarah dan Kebudayaan, Geografi, Sastra Arab, Sastra Francis, Sastra Inggris, Sosiologi, dan Fisikologi. 

2. Fakultas Ilmu Undang-Undang, Ekonomi dan Sosial (1993).
Jurusan yang ditawarkan antara lain: Hukum Bisnis, Ekonomi dan Manajemen, Komunikasi keuangan, dan lain-lain.
Bagian depan kampus FSH

3. Fakultas Sains dan Teknologi (1994). 
Dengan jurusan: Ilmu Kehidupan dan Bumi, Kimia dan Geologi (Matematika, Fisika dan Informatika).
4. Sekolah Tinggi Nasional Keguruan Teknik (2011).
Universitas Hassan II (Tsani) Mohammedia – Casablanca (UN2MC)

Fakultas Sastara dan Humaniora
Letak kampus ini tidak jauh dari stasiun kereta api kota Mohammedia. Jika anda menggunakan jasa transportasi kereta api dari arah Casablanca dan seterusnya atau sebaliknya, anda akan menyaksikan kampus ini tepat didepan jalur kereta api yang anda lalui.
Sisi bagian dalam kampus FSH

Berdasarkan survei 4icu.org tahun 2014, universitas Hassan II Mohammedia- Casablanca menduduki peringkat ketujuh diantara universitas yang ada di Maroko.
Kampus FSH nampak dari lantai 3
Jenjang pendidikan yang ditawarkan dari S1, S2, dan S3. Tapi, untuk jenjang S3 jurusan yang ditawarkan sampai saat ini hanya di bidang Geografi, dan untuk S2 Jurusan Studi Islam sendiri hanya dibuka sekitar tiga atau empat tahun sekali dengan konsentrasi Fikih Maliki dan Hukum Kompilasi Keluarga.






Kota Mohammedia

Mohammedia (Arab: المحمدية‎, Berber: Fḍala) adalah sebuah kota pelabuhan di pantai Barat Maroko yang terletak diantara dua kota penting, Casablanca (kota perekonomian) dan Rabat (kota administrasi pemerintahan), merupakan kota penting dari distrik Casablanca. Kota ini juga merupakan pusat industri minyak bagi Maroko karena di kota ini terdapat pusat kilang minyak dan kilnag semir.

Tempo Dulu
Mohammedia dulunya bernama Fedala (فضالة). Nama ini berasal dari kata Arab Fadl Allah (فضل الله) yang berarti "nikmat Tuhan". Sekitar abad ke 14 dan 15 (pada masa dinasti Murabithin) kota ini sering dikunjungi oleh kapal-kapal dagang eropa untuk mencari sereal dan buah-buah kering. Peran bisnis kota ini pada masa itu dapat kita saksikan sampai saat ini.

Di depan Benteng Tua Kasbah
Pada tahun 1773 Sultan Sidi Mohammed ben Abdellah (Dinasti Bani Alawiyah) menjadikan kota Fedala sebagai lumbung jagung provinsi Tamesna dan membangun Kasbah (Benteng) untuk melindungi toko-toko para pedagang. Selain itu, ia juga membagun sebuah Masjid putih yang diberi nama Masjid al-Atik.

Masa Proteksi Prancis
Pada masa prakolonial, persaingan antara kekuatan Barat yang bertujuan untuk memastikan eksploitasi kekayaan alam di wilayah Afrika merupakan latar belakang datangnya rombongan orang-orang Eropa di beberapa pelabuhan di Maroko. Di kawasan Fedala sendiri saat itu, keluarga berkebangsaan German Mannesmann memperoleh area tanah yang luas di kawasan ini.

Perjanjian 4 November 1911 antara Prancis dan German dalam pembagian kawasan Afrika, memaksa keluarga Mannesmann untuk menyerahkan tanah yang mereka miliki kepada Georges dan Jacques Hersent, yang merupakan dua industriawan berkebangsaan Prancis yang menyadari adanya teluk yang sangat strategis untuk mendirikan sebuah pelabuhan yang besar dengan modal biaya yang sangat murah. 

Grup Hersent kemudian mendirikan perushaan Franco-Moroccan pada tahun 1912, dan kemudian mendirikan pelabuhan pada tahun 1914 yang merupakan tunggak awal perkembangan Fedala. 

Pertumbuhan kota yang pesat berawal di kawasan sekitar pelabuhan, dengan perizinan mendirikan berbagai industri seperti produk-produk pengalengan ikan, pabrik agrikultur, pengulitan, tekstil dan lain-lain. 

Kawasan kota ditepi laut berkembang menjadi tempat rekreasi pada 1925 dan kawasan tanah lapang untuk para pelancong dibangun  pada tahun 1938. Pembangunan  batas laut pada 1951 menjadikan Fedala sebagai pelabuhan minyak yang pertama dan paling maju di Utara Afrika saat itu. 

Saat itu juga, sebuah Gereja Saint James (Saint Jacques), yang menghadap alun-alun utama pusat kota Mohammedia dibangun pada tahun 1934 oleh Jean dan Georges Hersent. Peninggalan gereja tua ini dapat kita saksikan sampai sekarang tepat berada disamping taman kota Mohammedia center, teman itu sendiri dinamai "Hadiqoh Kanisah" yang berarti Taman Gereja. Selain itu, Kota ini juga memiliki sebuah sekolah "Jacques Hersent", yang dibangun pada tahun  1929 oleh Georges Hersent, yang meminta agar nama sekolah itu dinamai dengan nama anaknya (Jacques) yang mati tenggelam di Mohammedia.

Kota Baru
Fedala kemudian berganti nama menjadi Mohammedia pada tanggal 25 Juni 1960 pada masa  pemerintahan Raja Mohammed V, sang pelopor kemerdekaan Moroko, pada upacara peletakan batu pertama pembangunan kilang minyak. Nama baru ini kemudian memberikan kesan moden terhadap kota ini. 
Keindahan Pantai Samudera Atlantis 

Hari ini, kota mohammedia menawarkan dua kenyaman utama, yakni resort tepi pantai dan pusat insutri. Di kawasan resort, terdapat klub Golf dan Tennis, Casino dan beberapa kegiatan lain. Masyarakat sekitar juga menjuluki mohammedia sebagai "Madinate Wouroude wa Riyada" yang berarti "Kota Bunga dan Olahraga".
Alun-alun Mohammedia Center

Kawasan-Kawasan Penting
Mohammedia, mengalami perkembangan signifikan selama paruh kedua abad ke-20, menjadi salah satu kota terbesar di Maroko. kawasan baru yang dibangun di hampir setiap bagian kota menyebabkan  arus urbanisasi berkembang pesat .

Kota ini dibagi menjadi 3 daerah utama yang berbeda, yaitu daerah Kasbah, distrik Al-Alia, dan Pantai Timur.

Kasbah 
kawasan ini merupkan kota lama, yang ditandai dengan  (Kasbah=Banteng) tua yang masih berdiri kokoh sampai sekarang. merupakan kawasan bersejarah bagi penduduk setempat. Di kawasan ini kita dapat melihat harmonisasi antara urbanisme bangunan modern dan bagungan-bangunan tua yang menyatu. 
Sebagai jantung kota Mohammedia, kawasan Kasbah juga merupakan pusat layanan pemerintah dan publik seperti, Kantor kepolisian setempat, Taman Kota, Rumah Sakit, Stadion, Stasiun Kereta Api,  dan lain-lain. 
Di kawasan ini pula pergerakan perekonomian penduduk sekitar dapat kita rasakan, karena di kawasan inilah kita dapat jumpai pasar-pasar tradisonal dan modern, Toko-Toko, Restoran, Hotel, Bank, café-café, dan lain-lain.

Al-Alia
Daerah ini terletak di selatan kota Mohammedia, terletak di kawasan atas lereng bukit, sesuai dengan namanya Al-Alia yang berarti tinggi atau bagian atas. Kawasan ini di bangun pada tahun1948 sebagai solusi terhadap masalah perumahan kumuh, dimana populasi  penduduk kampung berada. Hari ini, daerah ini menjadi kota kecil yang berkembang secara pesat, bangunan-bangun perumahan propeti, apartement, tumbuh menggeliat bak cendawan di musim hujan, sangat begitu menjanjikan bagi para penanam modal asing di bidang properti. 

Kawasan Timur.
Bagian timur ini terkenal dengan pantai, dimana warga kota Mohammedia, Casablanca dan sekitar kota memanfaatkan pantai ini untuk berenang dan rekreasi pantai di musim panas tiba. Hampir semua kawasan di sini dihuni oleh villa-villa indah dan megah. Banyak bangunan dibangun di pinggir laut pada akhir 10 tahunan ini, termasuk peningkatan pembangunan Apartment yang mewah, café-café, dan lain sebagainya. Kebanyakan pusat pendidikan di Mohammedia terletak di kawasan ini. Kawasan ini juga merupakan pusat pasar modern, seperti Marjane Hypermarket, pizza hut, elektro planet, dan Mc Donald. Dll.














12 Januari, 2014

Gadis Cilik dan Pemilik Rumah Makan

Siang itu, setelah menunaikan shalat Jum’at. Saya pergi ke sebuah Rumah Makan yang menyediakan makanan berupa menu kegemaran saya disini, Rubu’ Dajaj (Ayam 1/4).

Setelah hampir selesai menikmati rejeki dari Tuhan ini, tiba-tiba datang seorang gadis cilik dengan pakaian lusuh, rambut yang tak teratur, Kumal.

Dia datang mengiba didepan para penyantap nikmat Tuhan. Mengharap recehan dirham dari para (yang beruntung) pemiliknya.

Namun apa yang terjadi, si pemilik Rumah Makan menghalaunya pergi dengan bentakkan yang kasar. Sebelum gadis itu mendapat apa-apa.

Hatiku tersayat menatap pemandangan itu, terhiris oleh bentakkan kasar sang pemilik rumah makan.
(Adik kecil yang tak beruntung, berbadan lusuh, dekil dan kumal. Hadirmu menerbangkan ingatku pada adik-adik kecilku diseberang benua sana. Ia sedikit beruntung darimu.)

Adik kecil yang dekil dan kumal. Maafkan aku yang papa Iman. Membelamu aku tak mampu. Memberimu aku tak ada. Walau aku pernah membaca firman Tuhan “Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya).”

Akhirnya, si adik kecil mengulum senyum (entah sebahagia apa dia) kala seorang pemuda datang menghampirinya. Merogoh dirham-dirham untuknya.

Semoga di lain tempat (ini), engkau menemukan para pengiba  berhati Malaikat. Berakhlak Sang Baginda Nabi, Muhammad Rasulullah. Layaknya seorang pemuda itu.

Untuk para penikmat nikmat Tuhan, jika tak mampu memberi, mampulah untuk mengasihi dan mengasihani. Karena rejekimu hanya titipan yang akan dipertanggungjawabkan kelak.
Mohammedia, 11 Januari 2014.

02 Januari, 2014

MUSABAQAH HIFDZUL QUR'AN (MHQ) INTERNASIONAL KE-IX RAJA MOHAMMED VI AWARDS

Tepat dipergantian tahun 2013 menuju 2014 (1 Desember 2013 - 2 Januari 2014)/27-29 shafar 1435 H, bertempat di Aula Madrasah Al-Qur'an Masjid Hassan II Casablanca, diadakan Musabaqah Hifdzul Qur'an (MHQ) Internasional Ke-9 Piala Raja Mohammed VI.
Masjid Hassan II Casablanca
Dibuka pada Selasa pagi 31 Desember 2013 oleh Menteri Agama Maroko, H.E. DR. Achmad Taufieq dan dihadiri oleh beberapa Duta Besar Negara-Negara peserta termasuk Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko, Bapak H. Tosari Widjaja.
Musabaqah kali ini diikuti oleh sekitar 43 peserta dari sekitar 36 negara, yang akan bertanding di dua Kategori yang dilombakan. Kategori I: Hafalan 30 Juz, Tilawah beserta Tafsir, Kategori II: Hafalan 2 Juz Setegah, dengan Tartil beserta Tilawah. Indonesia sendiri dalam kesempatan ini mengirim dua delegasi. Akh. Saifullah Abdurrahman Ismail di Kategori I, dan Ukht. Khamisah Ad-duha Abdul Wahab di kategori II.
Ukht. Khamisah Ad-duha Abdul Wahab
Dewan Juri:
Sebagaimana yang telah ditetapkan, bahwa tim dewan juri dalam lomba MHQ ini berjumlah sebanyak 10 orang, 6 dari Maroko dan 4 dari Negara tetangga peserta lomba. Adapun yang bertindak sebagai dewan juri pada tahun ini ialah:

1. Syekh Muhammad Jamil Mubarak (Maroko).
2. Syekh Muhammad Az-Ziyani (Maroko).
3. Syekh Muhammad Shafa (Maroko)
4. Syekh Al-Hasan Zikar (Maroko)
5. Syekh As-Syihat Hasan Syahin (Mesir)
6. Syekh Musthafa Al-Bihyawi (Maroko)
7. Syekh Taufiq Al-Abqari (Maroko)
8. Syekh Abdurrahman Saud Idris Ibdah (Jordan)
9. Syekh Muhammad Bin Ahmad Bin Husen Barhamji (Saudi)
10. Syekh Muhammad Bin At-Tihami Bin Ahmad Barudi (Tunis).
Dewan Hakim: Kategori I
Dewan Hakim: Kategori I
Hadiah Lomba:
Pemenang lomba untuk Kategori I akan mendapatkan:
Juara I: 50.000.00 (Dirham Maroko).
Juara II: 40.000.00
Juara III: 30.000.00
Adapun untuk Kategori II Masing-masing pemenang akan mendapatkan:
Juara I: 30.000.00
Juara II: 20.000.00
Juara III: 10.000.00

Selain itu, masing-masing peserta untuk kategori I akan mendapatkan 3.000.00, dan untuk kategori II sebanyak 2.000.00.
Dubes RI Bapak. Tosari Widjaja Bersama Peserta dan Rombongan 
Bapak Dubes & Delegasi Indonesia
Kilas Balik.
Musabaqah ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006 oleh Kementerian Agama Kerajaan Maroko berdasarkan Surat Keputusan Raja bernomor 1.04.223 tahun 2005.
Musabaqah ini diselenggarakan setiap tahun pada awal bulan Rabi'ul awwal dan akan ditutup dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan dari Raja Maroko di Malam peringatan Maulid Nabi Saw.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006 sampai 2013 kemarin, Delegasi Indonesia pernah beberapa kali mengukir prestasi gemilang di salah satu kompetisi penghafal Al-Qur'an bergengsi ini. Mereka antara lain:
1.      Syamsuddin Al-Ma'arif Ai Jalaluddin. Juara III pada kategori II tahun 2007.
2.      Irham Danjuran. Juara II pada kategori II tahun 2010.
3.      Deden Munzir Mikhyaruddin. Juara I ada kategori I tahun 2011.
Musabaqah akan ditutup sore ini setelah Shalat Ashar, kita semua berdo'a semoga dilegasi Indonesia mampu kembali pengharumkan nama Bangsa, dan sebagai bukti bahwa negeri yang penduduknya merupakan penduduk muslim terbesar dunia ini mampu bersaing di kancah Internasional dalam menghafal al-Qur'an walaupun dari keturunan bukan Arab.

*Foto lebih banyak:









27 Desember, 2013

Teruslah Menulis Untuk Berbagi


Coretan sederhana yang pernah dimuat di beberapa Media Online.
Sebagai motivasi untuk tak berhenti menulis, terus membaca, memahami, dan menuliskannya kembali untuk berbagi...
http://motivasibeasiswa.org
http://bit.ly/1fNMPJ5
http://www.republika.co.id
http://bit.ly/19osA0t
http://www.fimadani.com
http://bit.ly/1h2xdoR
http://akuislam.com
http://bit.ly/19QVs5b
http://www.dakwatuna.com
http://bit.ly/1h2xurX


Jika kau ingin hidup sepanjang masa, maka menulislah.
Jika kau ingin merubah dunia, maka menulislah.
Jika kau ingin hidupmu memberi arti untuk orang lain, maka menulislah.
Jika kau ingin mendapat balasan yang tak pernah putus walau kau telah berhenti bernapas, maka menulislah.

Bacalah...
Pahamilah...
Tulislah...

"Ilmu itu bagaikan binatang buruan, dan tulisan adalah pengikatnya,
Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.
Merupakan sebuah tindakan bodoh jika kamu mendapatkan kijang (binatang buruan),
Namun kemudian kamu meninggalkannya begitu saja di tengah-tengah manusia." (Imam Syafi'i).


Maroko, 27/12/13.