17 Oktober, 2014

Jadilah Sebaik-Baik Manusia

Khutbah Pertama:
Jadilah Sebaik-Baik Manusia*

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:

يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.
Sidang jama'ah jum'at yang berbahagia…

Di siang hari yang cerah ini. Marilah sama-sama kita cerahkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Yang mungkin selama ini diselimuti gumpalan awan mendung dosa-dosa. Takwa dalam artian yang sesungguhnya, menjalankan segala perintah Tuhan, dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sidang jama'ah jum'at rahimakumullah…   

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial. Makhluk yang membutuhkan hidup bersama dengan sesamanya. Makhluk yang tak mampu hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan manusia lain.

Ingat kisah Manusia pertama, Adam as. Walaupun tinggal di Surga dengan penuh kenikmatan super didalamnya. Tempat terindah yang tak pernah dilihat oleh mata. Tak pernah didengar oleh telinga. Bahkan, khayalan manusia tingkat tinggipun tak pernah sampai menembusnya. Namun, ditengah kenikmatan super itu, Adam as tetap galau disana. Ia kesepian dalam kesendirian.

Lalu untuk menfasilitasi fitrah sosial Hamba-Nya tersebut. Tuhan menciptakan seorang wanita cantik jelita bernama Hawa. Dari keduanya kemudian lahirlah anak-anak manusia dengan berbagai Suku, Bangsa dan Bahasa.

Allah Swt berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٍ وَّحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَّنِسَآءً وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبًا.

Artinya: "Wahai Manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (Qs. An-nisa:1)

Dalam ayat lain Ia berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.

Artinya: "Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha teliti. (Qs. Al-Hujurat: 13).

Pada arti dua buah ayat diatas, masing-masing ada satu kalimat yang dicetak tebal "(peliharalah) hubungan kekeluargaan" pada ayat pertama, dan perkataan "saling mengenal" pada ayat kedua.

Sidang jama'ah jum'at yang dibanggakan Allah…

(Peliharalah) hubungan kekeluargaan.

Kita (sesama manusia yang menghuni Bumi saat ini) adalah sebuah keluarga besar yang sama-sama berasal dari Ayah dan Ibu yang satu. Yaitu Adam dan Hawa. Sebagai keluarga besar, sudah semestinya kita menjaga dan menjalin hubungan silaturrahmi antar sesama. Kita dilarang untuk melakukan tindakkan yang dapat mencederai hubungan kekeluargaan tersebut. Seperti saling merendahkan atau melecehkan antar sesama. Namun sebaliknya, Kita dianjurkan untuk melakukan sebuah tindakkan yang dapat merawat hubungan kekeluargaan itu agar tetap terjalin erat. Seperti saling menyayangi dan mengasihi antar satu dengan yang lain.

Coba kita dengar firman Allah Swt berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّۖ وَلَا تَلۡمِزُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُواْ بِٱلۡأَلۡقَٰبِۖ بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ ٱلۡفُسُوقُ بَعۡدَ ٱلۡإِيمَٰنِۚ وَمَن لَّمۡ يَتُبۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Qs. Al-hujurat: 11)

Lalu kita dengar lagi Sabda kekasih-Nya berikut:

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه.

Artinya: "Tidak beriman salah seorang kalian sampai dia mencintai saudaranya, seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sidang Jama'ah jum'at yang dikasihi Allah…

Saling Mengenal.

Pada ayat diatas, Allah swt menerangkan bahwa tujuannya menciptakan kita berbeda-beda suku, bangsa, dan bahasa ialah agar kita saling kenal-mengenal antara satu dengan yang lain. Tanpa memperdulikan perbedaan lahiriah yang ada. Karena pembeda di mata Allah swt bukan bentuk lahiriah. Namun, bentuk batiniahnya. Yaitu ketakwaan.

Saling mengenal disini, kemungkinan memiliki dua pengertian. Yang pertama hanya saling mengenal lahiriahnya saja. Seperti hanya mengenal nama, asal, suku, bangsa dan lain sebagainya. Sedangkan yang kedua adalah saling mengenal lebih dalam, yaitu saling mengenal sifat atau karakter masing-masing. Diantara kedua tipe saling mengenal tersebut, tentu yang kedualah yang paling memberi arti sesungguhnya. Karena jika kita saling mengenal karakter masing-masing. Maka sesama kita akan lahir sikap saling memahami, saling menghormati yang kemudian akan membuahkan kedamain dimuka bumi ini. betapa banyak perselisihan bahkan peperangan antar sesama manusia di muka bumi ini hanya karena tidak adanya tenggangrasa, saling memahami dan menghormati antar satu dengan yang lain.

Coba kita lirik sejenak mereka yang berada di samping kita saat ini. Sudahkah kita saling mengenal karakter masing-masing? Jika memang sudah saling mengenal. Sudahkan kita saling memahami. Saling menghormati. Saling tenggang rasa. Jika belum, mari sama-sama kita berusaha untuk memulainya. Agar mereka yang berada disamping kita saat ini menjadi perantara atau wasilah bagi kita untuk mendapat keridhan-Nya. Karena berbuat baik pada sesama merupakan implementasi penghambaan kita kepada Allah swt.

Sidang jama'ah jum'at yang dirahmati Allah…

Saling mengenal artinya agar kita saling berinteraksi antar manusia satu dengan yang lainnya. Karena bagaimana mungkin kita saling mengenal tanpa didahului oleh sebuah interaksi.

Secara garis besar, dalam hidup manusia hanya terdapat dua macam interaksi. Yang pertama interaksi manusia dengan Tuhan untuk memenuhi fitrahnya sebagai makhluk bertuhan. Kedua, interaksi antar sesama manusia (hamba Tuhan) untuk memenuhi fitrahnya sebagai makhluk sosial.

Atas sebab kedua jenis interaksi inilah, kemudian Tuhan menurunkan syariat islam sebagai aturan mainnya. Yang mana ianya berisi pedoman bagaimana cara manusia berinteraksi dengan Penciptanya dan bagaimana ia berinteraksi dengan sesamanya.

Aturan main berupa syariat islam itu sejatinya adalah berupa etika atau akhlak manusia dihadapan Tuhan dan sesamanya. Demi penyempurnaan akhlak inilah Nabi Muhammad saw diutus ke muka bumi ini. Sepertimana sabdanya:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلَاقِ.

Artinya: "Bahwasanya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan keluhuran budi pekerti. (HR.Ahmad)"

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.






Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجا، وَقَالَ: وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا.

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ.
Sidang jama'ah jum'at yang disayang Allah…

Pada khutbah kedua ini, khatib ingin mengajak diri khatib pribadi dan jama'ah sekalian. Untuk bersama-sama sejenak merenungi sebuah nasehat dibawah ini. Agar cahaya keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt semakin bersinar cerah.

Sidang jama'ah jum'at yang diridhai Allah…

Jangan Susahkan Orang Lain Karenamu.

Jika kehidupanmu selalu menyusahkan orang lain. Maka, jangan pernah memimpikan kebahagiaan akan hadir untukmu.

Jika tak percaya dengan apa yang kau dengar ini, catatlah dalam buku harianmu dan rasakanlah kemudian.

Manusia agung sepanjang sejarah pernah bersabda:

خير الناس أنفعهم للناس...

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."

Maka, mafhum mukhalafahnya (pemahaman sebaliknya) berbunyi:

شر الناس أضرهم للناس...

"Seburuk-buruk manusia adalah yang paling bermudarat bagi orang lain"

Jadi, pilihlah sendiri kategori manusia mana yang kau inginkan dalam hidupmu. Karena Tuhan telah memberikan akal untuk berpikir dan wahyu sebagai petunjuk. Kecuali jika akal itu kau sembelih dengan hawa nafsu. Wahyu kau gantung di tiang gantungan, dan dunia kau puja-puji. Maka, bisa ditebak kau akan memilih kategori seburuk-buruk manusia. Walau sebenarnya kau tak menyadari pilihan itu, karena dirimu terbuai.

Sidang jama'h jum'at yang diberkati Allah…

Berhati-Hatilah Dalam Bermuamalah Kepada Sesama

Mari kita sadari kesalahan kita selama ini kepada sesama. Lalu setelah itu, berhati-hatilah dalam pergaulan selanjutnya. Jangan pernah menjadi mudarat bagi sesama, baik melalui pikiran, perkataan, dan tindakan.

المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslim selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari - Muslim).

Hubunganmu dengan Tuhan tidak akan pernah baik, jika dengan sesama kau selalu buruk.

Jika engkau pernah melakukan kesalahan terhadap aturan Tuhan, kau tinggal bertaubat sungguh-sungguh memohon ampun. Karena Ia Maha pengampun dan pemaaf. Sedangkan, jika engkau pernah melakukan kesalahan kepada sesama, engkau akan menemukan kesulitan meminta maaf kepadanya. Karena, tak semua manusia berhati lapang dan pemaaf. Sedangkan, salah satu dari empat syarat diterimanya taubat adalah meminta maaf kepada seseorang yang pernah engkau zhalimi.

Ketahuilah, bahwa salah satu do'a yang langsung sampai ke hadirat Tuhan adalah do'a orang yang terzhalimi. Sangat sedikit dari orang yang terzhalimi mendo'akan kebaikan terhadap seseorang yang menzhaliminya. Oleh karena itu, (sekali lagi) berhati-hatilah dalam bermuamalah dengan sesama.

 “Dan waspadalah terhadap do'a orang yang terzhalimi. Karena tidak ada hijab (penghalang) antara doanya itu dan Allah” (HR. Al-Bukhari).

Sidang jama'ah jum'at yang dilindungi Allah…

Balaslah Keburukan Dengan Kebaikan

Teruslah berbuat baik kepada sesama. Tanpa memikirkan keburukan-keburukan yang pernah mereka hadiahkan untukmu. Karena, sejatinya keburukan dari mereka itu adalah kebaikan bagimu. Dengan keburukan mereka itu, engkau akan lebih tangguh. Bukankah itu sebuah kebaikan bagimu?

Lihat, apa yang Sayyidina Muhammad lakukan kala meladeni keburukan-keburukan dari kaum kafir Quraisy. Keburukan-keburukan dari mereka yang menbenci Rasul dan Risalah yang Beliau bawa selalu dibalasnya dengan kebaikan, senyuman, dan do'a mengharap mereka diberikan hidayah oleh Allah swt.

Dunia adalah ladang untuk bercocok tanam. Sedangkan akhirat adalah hasil tuaian.

Bagaimana tuaianmu bisa berkualitas baik. jika ladangmu rusak diserang hama-hama keburukan. Hama Iri hati, dengki, benci; menyakiti, dan hama-hama sejenisnya.

Sidang jama'ah jum'at yang diberi petunjuk oleh Allah…

Pilihlah Jalan yang Lurus

Tuhan telah menciptakan surga dan neraka. Kemudian Ia bentangkan jalan menuju keduanya untukmu. Dengan akal, jalan ke surga akan terlihat indah menggiurkan. Sedangkan dengan nafsu, neraka akan lebih menggiurkan. Diantara keduanya, Tuhan menurunkan wahyu untukmu. Terserah kepadamu. Memilih jalan ke surga yang penuh duri namun indah di penghujungnya, atau memilih jalan neraka penuh kenikmatan namun buruk di penghujungya. Surga adalah sebaik-baik tempat kembali. Neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali.

اهدنا الصراط المستقيم. صراط الذين انعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين.
      
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Qs. Al-Fatihah, 6-7).

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُكم بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .
أقم الصلاة...!

*Disampaikan pada khutbah jum'at di KBRI-Rabat
17 Oktober 2014
Oleh: Herdiansyah Amran, Lc.

Lulusan Universitas Hassan II, Mohammedia-Casablanca-Maroko.

12 Oktober, 2014

Untaian Cerita Tentang Maroko yang Dibukukan

Akhir-akhir ini (Sejak 2010 hingga 2014) telah lahir beberapa karya tulis yang telah dibukukan dari penulis-penulis Indonesia yang bercerita tentang Maroko dan keindahannya. Tulisan-tulisan itu ada yang berupa hasil penelitian, pengalaman pribadi, kumpulan artikel, bahkan sebuah novel.

Lahirnya beberapa karya tulis ini merupakan sebuah progres yang patut diacungi jempol, karena ia mampu menjadi pelepas dahaga ditengah gersangnya coretan-coretan yang bercerita tentang Negeri eksotis ini sebelumnya.

Maroko sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim di hujung paling Barat dunia islam dengan nilai historis peradaban Islam yang sangat tinggi serta memiliki hubungan emosional yang sangat dalam dengan Indonesia sudah selayaknya mendapat perhatian lebih.

Jika dulu seorang pemuda berusia 23 tahun dari negeri ini dalam perjalanannya pernah singgah dan kemudian bercerita tentang Negeri kita dalam catatan perjalanannya itu, kini saatnya kita yang datang berkunjung ke tanah kelahirannya ini bercerita tentang negerinya, hingga tercipta hubungan yang harmonis dan romantis diantara dua saudara kandung, Indonesia dan Maroko.  

Beberapa karya tulis yang telah dibukukan itu sebagai berikut:


*Rihlah Peradaban: Maroko Bumi Kaum Sufi.

Buku ini merupakan catatan perjalanan dari kunjungan akademis tim dosen dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang dikepalai oleh sang Rektor, Prof. laode M. Kamaluddin, Ph.d. pada tahun 2010. Mereka melakukan kunjungan ke Maroko selama lebih kurang 10 hari dengan agenda inti melakukan kerjasama (MoU) dengan beberapa Universitas terkemuka di Maroko.

Dalam catatan perjalanan ini, mereka menuliskan apa yang mereka saksikan selama berada di Maroko. Baik yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat setempat maupun tentang informasi peninggalan-peninggalan sejarah peradaban islam yang masih ada dan dapat sisaksikan sampai saat ini.

Buku ini dicetak pertama kali pada bulan Agustus 2010 oleh Badan Wakaf Sultan Agung Semarang. Dengan tebal halaman sebanyak 220 lembar.

  
*Ouhibouki Areta.

"Ouhibouki Areta" adalah judul sebuah novel cinta relegi islami pertama yang menjadikan Maroko sebagai setting Utamanya. Ditulis oleh penulis pemula yang saat ini sedang menapaki tangga kesuksesannya melalui karya-karya yang mulai ikut meramaikan belantika kepenulisan di Tanah Air. Ia adalah Risma el-Jundi, yang biasa kami sapa Teteh Risma.

Novel ini berkisah tentang perjalanan seorang pemuda Indonesia bernama Asyam Bachir yang menempuh pendidikan S2-nya di salah satu Universitas ternama yang ada di Negeri Seribu Benteng ini. Yakni Universitas Mohammed V – Rabat.

Dalam perjalanan studinya di Maroko, Asyam bertemu seorang perempuan keturunan Maroko – Indonesia yang sangat cantik dan cerdas. Benih-benih cintapun kemudian bersemi diantara keduanya. Namun, karena satu dan lain hal, cerita cinta mereka tak dapat bersatu dalam akad suci pernikahan sampai akhirnya Asyam kembali pulang ke Tanah Airnya, Indonesia.

Walau sebelumnya belum pernah berkunjung ke Maroko, dalam novel ini sang penulisnya mampu menghadirkan sisi keindahan dan keeksotisan negeri ini dalam setiap diskripsi tempat yang ia hadirkan dalam lembaran-lembaran alur cerita karyanya.

Novel ini terbit pertama kali pada bulan April 2012 oleh Indie Publishing setebal 247 halaman.


*Untaian Cerita dari al-Maghribi: Menjelajah Gerbang Islam Menuju Benua Biru.

Berbeda dengan dua buku diatas, buku yang satu ini merupakan catatan pengalaman sang penulis yang pernah tinggal di Maroko selama beberapa tahun.

Buku setebal 198 halaman yang diterbitkan oleh penerbit Akar Media ini ditulis oleh pasangan suami istri Arita Agustina Benyamin dan Ust. Muhammad Hatta, Lc. MA. Lulusan Universitas Al-Karaouiyinne, Tetouan – Maroko.

Buku ini bercerita banyak tentang Maroko dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Seperti sejarah hubungan antara Maroko dan Indonesia, tradisi-tradisi masyarakatnya yang unik dan beraneka ragam, objek-objek wisata yang eksotis, aneka masakan dan kuliner khas Maroko, dan lain sebagainya.  


*Indonesia-Maroko Lebih dari Sekedar Persahabatan: Antologi 111 karya terbaik mahasiswa dan pelajar Indonesia.

Buku ini merupakan kumpulan 111 artikel terbaik (dari 600 artikel yang masuk) karya mahasiswa dan pelajar Indonesia dalam ajang lomba menulis tingkat Nasional tentang "Hubungan RI - Maroko: Dulu, Kini dan Esok" yang digelar Persatuan Pewarta warga Indonesia (PPWI) berkerjasama dengan pihak Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Jakarta yang dimulai pada tanggal 1 April 2011 sampai 30 Juni 2011.

Kumpulan artikel terbaik ini kemudian dicetak pertama kali pada tahun 2012 setebal 301 halaman.




*Maroko, Negeri Eksotis di Ujung Barat Dunia Islam.

Buku selanjutnya yang bercerita tentang keeksotisan Maroko terbit pada awal tahun ini (Januari 2014). Merupakan kumpulan tulisan dari beberapa pelajar Indonesia delegasi PBNU yang menempuh pendidikan S1 di Institut Imam Nafi', Tanger – Maroko. Dengan beberapa mahasiswa kelas internasional delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Jakarta. Angkatan kedua yang menempuh pendidikan selama satu tahun di Universitas Ibnu Thofail, Kenitra-Maroko.

Buku antologi setebal 230 halaman yang diterbitkan oleh penerbit Jentera Pustaka ini berisikan selayang pandang Maroko, Tradisi keagamaan masyarakat setempat, objek-objek wisata beserta situs-situs peninggalan sejarah di setiap kota yang ada di Maroko, peluang beasiswa dan sedikit tips bagaimana agar survive tinggal di Maroko.

Itulah beberapa karya tulis duta-duta bangsa yang bercerita banyak tentang persahabatan Indonesia-Maroko. karya-karya mereka ini merupakan sebuah usaha nyata untuk menyulam kembali kisah-kisah persahabatan antar kedua Negara yang sama-sama berpenduduk mayoritas muslim ini. Semoga kedepan, semakin banyak lagi karya-karya yang mampu dilahirkan dari Rahim-rahim intelektual muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan di negeri kelahiran sang pengelana muslim dunia (Ibnu Batutah) ini.


Rabat, 12 Oktober 2014.



07 Oktober, 2014

Indonesia, Malaysia dan Thailand di Maroko


Ini cerita tentang tiga Negara dari semenanjung Asia Tenggara di Negeri Matahari Terbenam, Maroko. Tiga Negara itu ialah Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kenapa dengan tiga Negara ini? Dibanding dengan beberapa Negara ASEAN lainnya yang berada di Maroko, tiga Negara ini menurutku ada keunikan tersendiri, keunikan tersebut antara lain:

Tiga Negara ini yang terbanyak mahasiswanya yang melanjutkan studi mereka (baik jenjang S1, S2 dan S3) dibanding beberapa Negara ASEAN lainnya di Maroko.

Tiga Negara ini sama - sama mandapat jatah dari Kerajaan Maroko sebanyak 15 mahasiswa pertahun dan rutin mengirim delegasi mereka setiap tahunnya sesuai kouta yang ditentukan tersebut.

Masing-masing mahasiswa dari tiga Negara ini memiliki suatu wadah organisasi yang menaungi seleuruh masiswanya di Maroko. Indonesia dengan PPI Maroko (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Maroko), Malaysia dengan PMMM (Persatuan Mahasiswa Malaysia di Maghribi) dan Thailand dengan T-SAM (Thailand Student Association In Morocco).

Antar organisasi induk ini, ada even dwi tahunan yang mereka namai SEAS Games, singkatan dari South East Asian Student Games yang bisa dikatakan SEA Games Versi Pelajar ASEAN di Maroko. Dalam even SEAS Games dilombakan  5 cabang olahraga khas Asia Tenggara, yaitu Futsal, Voly, Tenis Meja; Bulu Tangkis dan Sepak Takraw.

Keunikan lainnya, ketika pertama kali kita bertemu penduduk Maroko, mereka memberikan deskripsi sendiri tentang masing – masing tiga Negara ini, yang lumrah kita dengar itu, sebagai berikut:

Deskripsi orang Maroko tentang Indonesia. Kata mereka Indonesia itu Negara berpenduduk muslim terbesar di Dunia.

Negara dengan penduduk terbesar keempat setelah Cina, Amerika, dan India.

Indonesia itu orang – orangnya sangat ramah dan sopan, tertib dan lain sebagainya.

Lain lagi tentang Malaysia, kata mereka Negara maju dari segi ekonomi, kuat pengamalan agamanya. Selain itu, tokoh Mahathir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia juga dikenal sebagai tokoh yang sangat perperan dalam kemajuan Malaysia saat ini.

Lain lagi dengan Thailand, sebagian kaum muda dan anak remaja Maroko sangat ngefans dengan Hombak, salah satu aktor laga dari Negeri Gajah Putih ini.

Terus, keunikan selanjutnya. Saat pertama kali berjumpa dengan orang-orang Maroko, mereka kebanyakan langsung menebak negera asal kita dengan menyebutkan tiga Negara ini. Tanya mereka, Indonesy..? Malizy..? atau Thailandy..?

Yang terkhir, orang Maroko memilki satu gelar bersama bagi mereka dari Negara Asia Timur termasuk didalamnya tiga Negara ini, mereka selalu menyebut Chinoua yang artinya orang Cina. Entah kenapa, orang-orang Maroko sangat suka menyebut gelar ini. Padahal tidak semua mereka dari Cina. Mungkin karena tubuh mereka agak pendek dan mata sedikit sipit kali yaa…hehe..

Sudah, itu saja sedikit keunikan tiga Negara asal Nusantara ini di Mata orang-orang Maroko. nanti, jika ada keunikan lainnya, segera kita tambahkan pada kolom selanjutnya.



30 September, 2014

Min A'laami Al-Fikru Al-Maqashidi

RESENSI

Judul             : Min A'laami Al-Fikru Al-Maqashidi
Penulis          : Prof. DR. Ahmad Raisuni
Penerbit        : Daarul Kalimah
Cetakan        : Pertama, 2014; Mesir - Kairo
Tebal             : 135 Halaman
Harga             : 22 DH

Prof. DR. Ahmad Raisuni merupakan salah satu pakar kajian Ilmu Maqashid Syari'ah yang menjadi salah satu rujukan ulama-ulama dunia saat ini. Karena kepakaran Beliau itu juga, Ia kemudian ditunjuk menjadi wakil Ketua Persatuan Ulama-Ulama Islam Dunia, mendampingi Syekh Prof. DR. Yusuf Qaradhawi yang berpusat di Qatar.

Sebagai pakar kajian Ilmu Maqashid, Beliau sangat konsen menelorkan karya-karya tulis ilmiah yang membahas tentang disiplin ilmu yang satu ini. Salah satu dari karya Beliau tersebut adalah Buku yang berjudul "Min A'laami Al-Fikru Al-Maqashidi" (Beberapa Tokoh Pemikir Ilmu Maqashid).

Sepertimana yang tertera pada judul, buku ini tidak mengkaji semua tokoh pemikir ilmu Maqashid Syari'ah (sejak masa awal hingga saat ini) yang kita kenal. Namun, hanya Fokus pada beberapa tokoh saja beserta peran mereka dalam perkembangan kajian Ilmu Maqashid. Tokoh – tokoh yang dikaji secara fokus dalam buku ini ialah Imam Haramain Al – Juwaini, Ibnu Rusydi Al – Hafid; Thahir Bin Asyur, 'Alal Al – Fasy dan Yusuf Qardhawi.

Buku ini terdiri dari empat Fasal. Setiap Fasal dibagi kedalam beberapa sub judul kajian.  

Pada Fasal pertama Penulis membahas tentang Imam Haramain Al – Juwaini beserta kontribusinya dalam perkembangan disiplin ilmu Maqashid. Beberapa diantaranya seperti pembagian Maqashid (berdasarkan kemaslahatannya) menjadi tiga bagian yakni Daruriyyat (Primer), Hajiyyat (Sekunder), dan Tahsiniyyat (Tersier). Kemudian penjabaran Daruriyyat kedalam lima bagian yakni Ad – Din (Agama), Nafs (Jiwa); Nasl (Keturunan), Aql (Akal) dan Mal (Harta). Selain itu, Ia juga berperan dalam peletakkan Istilah – Istilah awal tentang Ilmu Maqashid, seperti Mitslu Al – Ma'ani, Al – Kulliyat; Al – Mashalih Al – 'Ammah dan lain – lain.

Selain kajian tentang Imam Haramain dan kontribusinya terhadap perkembangan ilmu Maqashid, pada Fasal pertama ini Penulis juga menyinggung sedikit tentang tokoh – tokoh pemikir ilmu Maqashid sebelum Imam Haramain. Mereka antara lain Abu Bakar Asy – Syasyi, Tarmidzi Hakim; Abu Al – Hasan Al – 'Amiry, Ibnu Babawiyyah Al – Qummy.

 Kajian terakhir pada Fasal pertama ini, ialah tentang komentar Imam Haramain terhadap konsep metode Istishlah (Mashalih Al – Murshalah) Ala Imam Malik Bin Anas (pendiri Madzhab Maliky), yakni bahwa Imam Malik terlalu berlebihan dalam penggunaan metode ini dalam Ijtihad Beliau. Komentar ini pun kemudian mendapat tanggapan luar biasa dari para pengikut Imam Malik, termasuk penulis sendiri.

Pada Fasal kedua, pembahasan dalam buku ini memfokuskan diri terhadap kajian tentang Imam Ibnu Rusydi Al – Hafid dan kontribusinya bagi sejarah perjalanan disiplin Maqashid Syari'ah, seperti pandangan Beliau tentang konsep Ta'lil dan Ta'abbudy dalam Syariat Islam, Qiyas berdasarkan Maqashid ( Al – Qiyas Al – Maqashidi), metode penentuan hukum beserta tujuannya, dan lain – lain.

Kemudian pada Fasal selanjutnya, Penulis membahas kajian tentang dua Tokoh Pemikir Ilmu Maqashid abad Modern, yakni Syekh Thahir Bin 'Asyur dan Syekh 'Alal Al – Fasy. Kedua tokoh ini bisa dikatakan penerus pemikiran Imam Syatibi, karena kedua-duanya memiliki karya yang Fokus membahas tentang Ilmu Maqashid. Ibnu 'Asyur dengan Maqashid As – Syari'ah Al – Islamiyah – nya, dan 'Alal Al – Fasy dengan Maqashid As – Syari'ah Al – Islamiyah wa Makarimuha, seperti mana Imam Syatibi yang merupakan tokoh pertama yang menulis tentang Maqashid dalam kitabnya Al – Muwafakat.

Kemudian beberapa pemikiran mereka berdua tentang Maqashid salah satunya ialah bahwa Syariat Islam dan tujuannya adalah sesuai dengan fitrah manusia dan ianya menjamin terlaksana atau terjaganya fitrah tersebut.

Pada Fasal terakhir, Penulis membahas tentang tentang Tokoh Maqashid yang masih berada ditengah – tengah kita saat ini, beliau Ialah Syekh Yusuf Qardhawi. Yang menurut penulis adalah salah satu ulama zaman ini yang sangat menekankan nilai – nilai Maqashid dalam setiap fatwa – fatwa beliau. Hal ini bisa kita saksikan malalui karya – karyanya, baik yang yang khusus membahas tentang ilmu Maqashid syariah, maupun karya – karya lainnya yang selalu bersinggungan dengan konsep Maqashid syari'ah.

Terakhir, sepertinya buku ini diperuntukkan bagi kalangan pemula yang ingin mendalami disiplin ilmu Maqashid, hal ini dapat terlihat dari pembahasannya yang tidak terlalu mendalam serta bahasanya yang cukup mudah dicerna. Selain itu, penulis juga tidak memenuhi karyanya ini dengan catatan – catatan kaki (hanya sekedarnya saja) sepertimana pada karya – karya fenomenal Penulis yang lain.