Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

27 Desember, 2013

Teruslah Menulis Untuk Berbagi


Coretan sederhana yang pernah dimuat di beberapa Media Online.
Sebagai motivasi untuk tak berhenti menulis, terus membaca, memahami, dan menuliskannya kembali untuk berbagi...
http://motivasibeasiswa.org
http://bit.ly/1fNMPJ5
http://www.republika.co.id
http://bit.ly/19osA0t
http://www.fimadani.com
http://bit.ly/1h2xdoR
http://akuislam.com
http://bit.ly/19QVs5b
http://www.dakwatuna.com
http://bit.ly/1h2xurX


Jika kau ingin hidup sepanjang masa, maka menulislah.
Jika kau ingin merubah dunia, maka menulislah.
Jika kau ingin hidupmu memberi arti untuk orang lain, maka menulislah.
Jika kau ingin mendapat balasan yang tak pernah putus walau kau telah berhenti bernapas, maka menulislah.

Bacalah...
Pahamilah...
Tulislah...

"Ilmu itu bagaikan binatang buruan, dan tulisan adalah pengikatnya,
Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.
Merupakan sebuah tindakan bodoh jika kamu mendapatkan kijang (binatang buruan),
Namun kemudian kamu meninggalkannya begitu saja di tengah-tengah manusia." (Imam Syafi'i).


Maroko, 27/12/13.







15 Juni, 2013

Agar Semangat Tak Pernah Padam

Setiap kita pasti memilki impian dalam hidup ini. Apapun impian itu, kita selalu dihadapkan kepada sebuah proses, dan masing-masing memiliki proses yang berbeda untuk menggapai impian tersebut. Ada yang sangat mudah merialisasikannya, dan ada juga yang harus berjibaku sekuat tenaga untuk menggapainya.

Apapun impian kita. Bagaimanapun proses menuju impian itu kita jalani. Sesulit apapun rintangan yang menghadang. Kita tak boleh lepas dari yang namanya Semangat. Karena tanpa semangat, kita akan lamban, bahkan menua sebelum impian itu kita genggam.

Semangat adalah kekuatan batin, atau gairah untuk memacu kita agar tetap berlari menuju impian. Semangat adalah musuh bebuyutan Menyerah. Takkan pernah ada kata menyerah, jika Semangat selalu berkobar. Takkan pernah ada kata menyerah, jika semangat selalu menemani langkah-langkah kita.

Namun, permasalahan yang sering melanda kita adalah hilangnya kekuatan berupa semangat itu. Yang kemudian menyebabkan kita berat untuk melangkah. Layaknya sebuah mesin kehilangan energi.

Seperti halnya sebuah Handphone yang sedang lowbatt, yang harus segera dilakukan isi ulang, agar tetap bisa digunakan, atau kendaraan yang kehabisan bahan bakar, harus segera diisi agar tetap bisa berjalan. Begitu juga selayaknya kita, kala semangat mulai menjauh, maka harus secepatnya kita bakar semangat itu. Agar ia tak mati suri.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, dari mana kita bisa mendapatkan bahan bakar semangat itu, agar ia tetap bisa menyala. Agar ia tetap bersama kita. Maka dalam hal ini, selayaknya kita sudah punya solusi tersendiri. Kita harus tahu bagaimana mendapatkan sumber semangat itu secepatnya, Sebelum kita lumpuh total dibuatnya. Sebelum menyerah menjadi kata terakhir yang keluar dari mulut kita.

Saya yakin, setiap yang memiliki impian besar di masa depan. Pasti memiliki cara tersendiri untuk memompa semangat dalam dirinya, dia akan berusaha mencari sumber-sumber bara itu, agar semangat selalu berkobar dalam dirinya. Salah satu yang mempunyai impian besar di masa depan itu adalah saya, dan jika kalian bertanya, apakah saya punya sumber-sumber semangat itu, dengan lantang saya menjawab, Tentu.

Layaknya insan biasa, saya juga sering merasakan semangat yang mulai mengendur dalam meraih mimpi-mimpi saya. Jika ini yang terjadi saya akan lakukan beberapa hal berikut,

 Selalu mengingat kedua orang tua.

Sejak Sekolah Dasar hingga saat ini, saya selalu hidup di perantauan, jauh dari kedua orang tua. Jika semasa SD hanya merantau berbatas kampung saja, semasa SMA saya sudah merantau menyeberang pulau, dan kini berada di Benua lain. Semakin jauh dari kedua orangtua.

Jauhnya jarak, membuat saya selalu merindukan mereka dalam setiap detik waktu yang dilalui di ranah rantau. wajah-wajah sayu mereka inilah yang membuat saya tak mampu membiarkan semangat pergi meninggalkan saya. Saat semangat mulai mengendur, cepat-cepat saya pergi menuju telepon umum untuk menghubungi mereka, mendengar suara mereka walau beberapa saat saja, sudah mampu memulihkan semangat yang kendur itu. Semenjak jauh di rantau orang, paling tidak sebulan sekali saya harus menghubungi mereka lewat sambungan telepon. Mereka adalah sumber semangat bagi saya.

Bagi sahabat yang juga sedang di perantauan, atau yang selalu bersama mereka di rumah, atau bahkan sahabat yang kedua orang tuanya sudah dipanggil menghadapaNya, jadikanlah jerih payah yang telah mereka persembahkan kepada kita sebagai pemicu semangat menggapai impian, demi bisa berbakti lebih baik kepada mereka.

Selalu belajar untuk lebih baik.

Saat apa yang saya lakukan sekarang serasa lebih buruk dari apa yang saya lakukan kemarin, maka itu adalah cambuk kuat untuk saya melarikan diri dari keterpurukan. Walau tertatih, saya selalu berusaha agar hari ini lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Setidaknya saya selalu berusaha mengamalkan Sabda Rasul saw:

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka” (HR Hakim).

Jika hari kemarin kita dalam semangat yang selalu mengebu-gebu dalam menjalani proses meraih impian. Kemudian hari ini semangat itu mulai mengendur. Berarti, saat ini kita sedang dalam kecelakaan. Maka, jika kita tak ingin berada dalam kerugian atau bahkan kecelakaan. Teruslah berusaha agar hari ini semangat kita  lebih menyala dari hari hari sebelumnya.

Berteman dengan para motivator.

Bagi saya, berteman dengan para motivator adalah salah satu pil mujarab untuk membangkitkan semangat kita yang mulai mengendur. jika salah salah satu obat hati adalah berteman dengan orang sholeh, dan salah satu syarat penuntut ilmu adalah bersahabat dengan Guru. Maka, salah satu cara agar semangat kita selalu membara untuk menggapai mimpi adalah berteman dengan para motivator.

Motivator disini tentu sangat beragam, dari siapa saja dan dimana saja. Selama itu memberi efek semangat bagi kita. Maka, mereka dalah motivator. Namun, motivator yang saya tekankan disini adalah mereka yang telah sukses dalam menggapai mimpi-mimpi mereka. Kenapa, karena mereka adalah orang yang sangat berpengalaman dalam hidup dan kehidupan mereka, dan pengalaman mereka inilah yang harus kita hirup untuk hidup dan kehidupan kita juga.

Saya masih ingat pepatah Arab yang pernah saya pelajari dulu di sekolah, " Janganlah engkau takjub bagaimana orang-orang binasa terjatuh kedalam kobangan hawa nafsu mereka. Tetapi, takjublah bagaimana orang-orang yang sukses dan bagaimana mereka menggapai kesuksesan tersebut. "

Ingat, pengalaman adalah guru terbaik. Jika kita belum memiliki guru terbaik itu. Maka, kita bisa belajar kepada para pemilik guru-guru hebat tersebut.

Semangat dan mimpi-mimpi adalah sahabat setia yang tak bisa dipisahkan. Semangat tanpa mimpi-mimpi kedepan, bingung. Mimpi-mimpi tanpa semangat, takkan sampai.

Mimpi-mimpi adalah target atau impian kita kedepan, sedangkan semangat adalah batu pijakan untuk melangkah atau bahkan berlari menuju target-target tersebut.

Berhati-hatilah dengan parasit Mimpi-Mimpi berupa Kemalasan. Karena, kemalasan merupakan penyebab mimpi-mimpi mati suri.

Selalulah bersama Semangat. Karena ia adalah musuh bebuyutan kemalasan. Dengan semangat, kemalasan akan hancur lebur.

Dengan semangat kita takkan pernah mengenal kata menyerah dalam kamus kehidupan kita.

Maroko, 16 Juni 2013.

30 November, 2012

HIDUP ITU "NYALA"

(Google image-ilustrasi)
Sebaik-baik Manusia
Engkau selalu menyaksikan sang surya di siangmu, rembulan dan bintang gemintang di malammu. Engkau pasti mendambakan setitik cahaya di gulitamu, setetes air di tengah relung dahagamu...

Lihatlah sang surya yang tak pernah enggan akan titah tuhanNya itu, kawan. Ia tak pernah lelah membagi manfaat untuk bumi. Siang ia terangi gulita bumi dengan keceriaannya. Malam ia hantarkan bulan untuk mewakilinya ketika ia berada dibelahan bumi lainnya.

Lihatlah langit yang tak pernah bosan berbagi rejeki menyuburkan bumi, dengan kiriman hujannya untuk menuntaskan dahaga bumi dan seisinya. Betapa besar manfaat yang mereka berikan untuk kita, betapa besar pahala yang mereka peroleh atas pengabdian kepada Sang Pencipta.

Allah menciptakan kita manusia untuk beribadah kepadanya. Wujud penghambaan atau pengabdian itu yakni dengan menjungjung titahNya Menjadi khalifah dibumi ini. Sebagai khalifah kita dituntut untuk mengelola dan melestarikan bumi dan seisinya.

 Kata ibadah sangat luas maknanya. Dalam hal ini, kita tidak hanya mengenal ibadah secara vertikal kepada Sang Khalik secara mahdah semata. namun segala perbuatan baik kepada sesama makhluk-Nya juga berelementasi ibadah kepada-Nya yang disebut ibadah secara horizontal.

Ibadah secara horizontal mengisyaratkan kita agar selalu bisa memberi manfaat untuk sesama. Berkontribusi nyata untuk kebaikan umat dengan skill yang kita miliki masing-masing. Setiap kita diberi kelebihan sesuai bakat tertentu. Semua kita sangat meyakini hal itu. Tinggal sejauh mana kita mampu mengolahnya agar bernilai jual tinggi. 

Allah menganugerahkan kita akal pikiran agar kita mampu mengawal bumi ini dengan baik sesuai kehendak-Nya. Allah menghadiahkan kepada kita skill agar kita mampu memberi untuk sesama. Ingat pesan nabi kita Muhammad SAW : " Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain". 

Kewajiban untuk amar ma'ruf dan nahi munkar, kewajiban untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa neraka merupakan bukti bahwa Allah menyuruh kita untuk senantiasa memberi manfaat dan kebaikan itu kepada orang lain. 

Jika kita menilik sejenak tentang tiga amal anak Adam yang takkan putus pahalanya walau ia sudah meninggal dunia sekalipun. Yakni shadoqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendo’akan kedua orang tuanya. Maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ketiga amalan ini adalah hasil kontribusi nyata (Ibadah horizontal) si mayyit ketika hidup di dunia. Dengan membagi manfaat yang sebanyak-banyaknya kepada sesama.

Nama Mereka Terukir dengan Tinta Emas
Lihatlah sejarah dunia, kawan. Lihat nama-nama yang terukir dengan tinta emas itu. Coba kita renungkan sejenak, apa yang menyebabkan nama-nama mereka menghiasi prasasti dunia. Adakah hal lain yang menyebabkan hal itu selain kontribusi nyata mereka kepada dunia. 

Dalam sejarah Islam kita mengenal Khulafaurrasyidin, Sahabat-sahabat, serta para Tabiin ; Imam Malik, Imam Abu Hanifah; Imam Syafi’i, Imam Hambali, dan masih banyak lagi nama-nama yang tak mungkin kita muat dalam catatan ini. Nama-nama mereka begitu harum mengiringi dinamika kehidupan. Karya-karya spektakuler mereka bisa kita rasakan sampai saat ini. Sepanjang kehidupan umat manusia, nama-nama itu akan selalu dikenang dan abadi di dalam sanubari.

Lalu apakah nama-nama kita akan menambah panjang deretan nama-nama yang terukir dengan tinta emas  itu. Silahkan dijawab masing-masing dengan mimpi-mimpi yang kalian miliki. Yang jelas, semua perjalanan panjang kehidupan anak manusia akan menjadi sejarah untuk umat sesudahnya. Buruk-jeleknya berbanding lurus dengan apa yang kita kerjakan hari ini. Jika kebaikan yang kita sumbangkan hari ini, maka kebaikan itu akan menghiasi buku sejarah kita dimasa yang akan datang. Begitu juga sebaliknya, jika yang kita tanam adalah kejelekan maka lembaran hitam itu akan selalu menemani perjalanan anak manusia sesudah kita. Tinggal pilih saja.

Nyalakan Hidupmu
Ibarat obor yang selalu memberi manfaat dengan nyalanya. Ibarat mesin-mesin yang memudahkan kehidupan manusia ketika dinyalakan. Ibarat nyala lampu pijar ditengah ruangan yang gelap. Maka seperti itulah seharusnya hidupmu. Semakin besar nyala yang dimiliki semakin besar manfaat yang diberi. Redup cahayamu ditengah realita kehidupan saat ini, akan menjadikanmu terpinggir. Takkan dihargai.

Saat ini, hampir semua orang tak peduli dengan gelar, pangkat, dan kedudukanmu. Namun yang mereka lihat adalah sejauh mana kemampuanmu untuk memberi manfaat kepada mereka.

Bekali dirimu dengan ilmu yang tinggi. Persiapkan skill yang mumpuni. Agar nyalamu semakin berarti untuk Agama, Nusa dan Bangsa. 

20 Oktober, 2012

Jangan Menyerah Kawan


kenapa secepat itu kita menyerah
bukankah selama tarikan nafas masih terasa
selama itu juga kesempatan
akan selalu ada
ketika kita menyerah
ketika itulah kita menemukan
kekalahan terbesar dalam hidup kita
jangan menyerah kawan,,,,!

11 Februari, 2012

Masalah Itu Manis

"Jangan katakan kepada Allah kalau kita punya masalah
tapi katakan kepada masalah kalau kita punya Allah”

Kutipan diatas saya copas dari status facebook salah satu teman saya. Setelah membaca status itu saya langsung menge-like-Nya padahal baru beberapa detik muncul di laman facebook. kerena menurut saya kata-kata diatas sangat luar biasa. Iya, ditengah banyak dinding-dinding facebook digunakan sebagai luapan keluh kesah, kekesalan, dsb.Yang seolah-olah menunjukkkan ketidakikhlasan kita dalam menerima segala takdir ketentuan  Allah Swt,teman saya ini meng-update status dengan nilai oftimis.

 status teman saya diatas  sangat luar biasa menurut saya,dan status seperti itulah yang semestinya kita publish kedepan facebooker mania. Kerena dengan membaca status yang luar biasa itu, teman kita yang membacanya mungkin akan tercerahkan walau boleh jadi sebelum membaca status kita itu dia sedang kegundahan. Kemudian biasanya status yang luar biasa di laman facebook  akan  memunculkan komen-komen luar biasa lainya. Kalau begitu bukankah pahala akan mengalir kepada si peng-update status itu?kerena dia telah mencerahkan yang sedang gundah,memberi solusi yang sedang dirundung masalah.Jika ini yang terjadi, maka satu sisi fositif  laman “muka buku” ini telah dirasakan, dan kita telah menanam satu kebajikan.

 Jika sebalik-Nya yang kita lakukan, yakni meng-update status-status yang berisi keluhan,emosi,cacian dan lain sebagainya. Apakah itu tidak menimbulkan satu dosa bagi kita sendiri. kerena kita sangat dilarang berkeluh kesah akan masalah atau takdir yang kita jalani. Kemudian jika ada teman yang memberikan jempol manis-nya akan status yang berisi keluh kesah itu,apakah dia tidak dikatakan melakukan sebuah keburukan kerena seolah teman kita itu merasa setuju dengan apa yang kita update(keluh kesah kita).Jika itu yang terjadi berarti kita telah menanam satu keburukan bagi diri sendiri bahkan orang lain.

Jujur saya sangat tidak suka ketika membaca status-status teman saya yang berisi keluh kesah, sumpah serapah, atau cacian atas apa yang sedang mereka rasakan saat meng-update status-status mereka tersebut.Apalagi kalau saya tau mereka adalah teman-teman saya yang sama-sama telah mengenyam pendidikan pesantren yang diajarkan bagaimana sebenarnya kita dalam menghadapi sebuah masalah.Yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah serta introfeksi diri. Mungkin jadi masalah itu datang sebagai teguran darinya atas apa yang telah kita lakukan sebelum-Nya atau masalah itu datang sebagai ujian untuk mengetes keimanan kita.

 Ketika kita ditimpa sebuah permasalahan, berarti Allah mau kita lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini. Ketika kita ditimpa musibah, berarti Allah ingin agar kita mendekat kepadanya. Ketika kita ditimpa kesusahan, berarti Allah telah menyediakan untuk kita kemudahan. Kerena sesungguhnya dibalik permasalahan ada proses pendewasaan, dibalik musibah ada hikmah, dibalik kesusahan ada kemudahan.

“maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."(Qs:al-Insyiroh:5-6)

Ketika permasalahan datang menghampiri, jangan mengeluh dihadapan sang pencipta, jangan memberontak akan keputusannya apalagi mengatakan bahwa Allah tidak adil. Namun,mintalah agar kita diberi kesabaran serta ketegaran dalam menghadapinya, diberikan solusi yang terbaik bagi kita, dan selalu mengharap dia memberikan ganjaran pahala untuk kita.

 Tanpa malam purnama takkan indah. Tanpa lapar nikmat makanan takkan terasa. Tanpa dahaga sejuknya dingin air takkan memberi banyak makna. Begitu juga kemenangan atau kemudahan takkan banyak memberi arti tanpa didahului rintangan masalah kesusahan. Setelah mendung terbitlah cerah.
Tak ada hidup tanpa masalah, kerena masalah adalah sunnah-Nya. Yang kita perlukan hanya kebijakan dalam menyikapinya. Jika ketegaran yang kita bina, nikmat masalah akan terasa. Jika keluhan yang kita bina sengsara masalah akan selalu bertambah.

Masalah datang untuk kita hadapi, bukan untuk dicaci atau dimaki. Masalah adalah mediator dalam proses pendewasaan.Tanpa masalah kita takkan pernah dewasa. Tanpa masalah kita takkan menjadi orang yang luar biasa.”Jalan yang lurus dan mulus takkan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat. Laut yang tenang takkan pernah menghasilkan pelaut yang tangguh.Langit yang cerah takkan pernah menghasilkan pilot yang handal.”

Disaat kita mencari solusi dalam suatu masalah, disaat itulah sebuah proses pendewasaan hidup akan dimulai. maka,berbahagialah mereka yang memiliki masalah dan mampu mengatasi masalah tersebut dengan berilian,yaitu dengan tetap selalu bersandar akan keputusan sang eksekutor yang maha adil setelah tawakal dilakukan.Mari bersama taklukkan masalah…!


versi lengkap kutipan diatas:
"Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit, karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. Maka jangan katakan pada Allah aku punya masalah, tetapi katakan pada masalah aku punya Allah Yg Maha Segalanya."
(Ali Bin Abi Thalib)